Sekretariat TKPKD Jawa Tengah - Per maret 2018, penurunan angka kemiskinan mencetak sejarah tersendiri setelah mencapai 1 digit menjadi 9,82% dari sebelumnya 10,12% September 2017. Berita Resmi Statistik yang diunduh dari situs Badan Pusat Statistik (BPS) bps.go.id menyatakan jumlah orang miskin di Indonesia mengalami penurunan sebesar 633.000 menjadi 25,95 juta dari kondisi September 2017 yang sebesar 26,58 juta. Selain itu prestasi tersendiri di torehkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang berhasil menyumbang penurunan terbanyak sebesar 300.290 jiwa atau hampir separuhnya Nasional.

Dengan kondisi tersebut angka kemiskinan di Jateng juga turun signifikan dari 3,90 juta atau 11,32% dari total jumlah penduduk, berkurang 300 ribu (4,20%) dari kondisi September 2017 yang masih di angka 4,20 juta orang.

“Beberapa faktor yang memengaruhi penurunan tingkat kemiskinan pada Maret 2018, di antaranya inflasi umum pada periode September 2017-Maret 2018 tercatat rendah di angka 2,20%, sementara inflasi Maret 2017-2018 sebesar 3,39%. Pada periode yang sama, bantuan pangan nontunai (BPNT) lancar disalurkan ke rumah tangga” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, Margo Yuwono.

“Penurunan angka kemiskinan ini, merupakan hasil upaya dari tahun ke tahun. Mmenggarisbawahi, penggunaan data yang baik sangat menentukan kelompok sasaran penerima bantuan pangan nontunai” Kepala Bappeda Provinsi Jateng Sujarwanto Dwiatmoko.

"Saya memang surprise saat diberikan data-data itu, berarti kerja keras selama ini memberikan hasil dengan penurunan tertinggi," ujar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat dihubungi, Selasa (17/7/2018)

Penurunan kemiskinan yang signifikan dipengaruhi beberapa faktor yakni adanya kesadaran untuk mengakui masih adanya angka kemiskinan yang tinggi pada level kabupaten/kota hingga desa. Kedua dilakukannya pembahasan dan rapat secara terus-menerus sehingga memunculkan ide kreatif dari kabupaten/kota sebagai solusi pengentasan kemiskinan.

“Ketepatan data agar program dan perlakuan yang diberikan pada warga miskin tidak meleset. Kemudian pada bidang pendidikan dan kesehatan. Tiga hal itu menurutnya yang akan menjadi fokus guna percepatan pengentasan kemiskinan” tambahnya.

Disarikan dari berita Suara Merdeka Semarang